image

27-10-2025

Update Akuntansi Tahun 2027: Mengupas PSAK Terbaru dari IAI

Dunia akuntansi di Indonesia sedang bersiap menyambut era baru pelaporan keuangan. Mulai 1 Januari 2027, beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru akan berlaku efektif dan menggantikan sejumlah standar lama yang sudah digunakan selama lebih dari satu dekade.

Perubahan ini bukan sekadar teknis, melainkan mencerminkan revolusi paradigma akuntansi nasional—dari sekadar penyusunan laporan keuangan menjadi sistem pelaporan yang lebih transparan, relevan, dan berorientasi pada akuntabilitas publik.

Mengapa 2027 Disebut sebagai “Tahun Reformasi PSAK”?
Tahun 2027 menjadi tonggak penting karena Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI) menetapkan beberapa PSAK baru yang mengubah struktur dan pendekatan dalam pelaporan keuangan.

Perubahan ini adalah bagian dari upaya harmonisasi dengan standar internasional (IFRS), sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi di sektor bisnis maupun publik.
Menurut IAI, adopsi PSAK baru ini dilakukan untuk memastikan laporan keuangan perusahaan di Indonesia mampu:
* Menyajikan informasi yang lebih komprehensif dan dapat dibandingkan secara global.
* Mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang lebih akurat.
* Memperkuat kepercayaan investor dan regulator.

Daftar PSAK yang Berlaku Efektif Mulai Tahun 2027
Berikut beberapa PSAK penting yang mulai berlaku efektif 1 Januari 2027:
1. PSAK 118 — Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
Standar ini menggantikan PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.
Fokus utamanya adalah penyederhanaan struktur laporan keuangan dan peningkatan kualitas pengungkapan informasi, sehingga pengguna laporan dapat lebih mudah memahami kinerja dan posisi keuangan entitas.
Poin kunci PSAK 118:
* Menekankan keterkaitan antar laporan keuangan.
* Menyediakan panduan lebih jelas mengenai pengungkapan kebijakan akuntansi yang material.
* Mendorong konsistensi dan keterbandingan antar entitas.

2. PSAK 119 — Entitas Anak tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan
Standar ini dirancang untuk entitas anak yang laporan keuangannya digunakan hanya oleh entitas induk yang memiliki akuntabilitas publik.
Tujuannya adalah menyederhanakan pengungkapan bagi entitas anak yang tidak perlu memenuhi seluruh persyaratan PSAK penuh, tetapi tetap menjaga keandalan dan transparansi laporan.

3. PSAK 413 — Penurunan Nilai Aset Keuangan Syariah
PSAK ini memperkenalkan konsep baru dalam mengukur dan mencatat penurunan nilai (impairment) aset keuangan berbasis syariah, termasuk pembiayaan murabahah, ijarah, dan akad lain.
Diterbitkannya PSAK 413 menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan standar akuntansi syariah yang sejajar dengan praktik internasional dan mendukung industri keuangan syariah yang terus berkembang.

4. PSAK 414 — Penurunan Nilai Aset (Umum / Non-Syariah)
Sebagai padanan dari PSAK 413, standar ini berlaku bagi entitas non-syariah.
Fokusnya pada penilaian risiko kredit dan penurunan nilai aset keuangan secara lebih realistis dan berbasis ekspektasi (expected credit loss), bukan hanya kerugian yang sudah terjadi.

Apa Dampak PSAK Baru terhadap Dunia Bisnis dan Audit?
Penerapan PSAK 2027 membawa sejumlah konsekuensi bagi dunia usaha, akuntan, dan auditor, antara lain:
  1. Perubahan Format dan Isi Laporan KeuanganStruktur laporan laba rugi, posisi keuangan, dan pengungkapan catatan akan menyesuaikan ketentuan PSAK 118.Entitas harus mempersiapkan restatement dan melakukan pelatihan staf keuangan.
  2. Kebutuhan Penyesuaian Sistem Akuntansi dan ITSistem ERP dan software akuntansi perlu diperbarui agar sesuai dengan pengukuran dan pengungkapan baru.
  3. Peningkatan Peran Auditor dalam Menilai Kepatuhan Standar BaruAuditor perlu memahami implikasi teknis PSAK 413–414 terutama terkait penurunan nilai aset berbasis ekspektasi.
  4. Dampak terhadap Pelaporan Syariah dan Konsolidasi Grup UsahaPSAK 413 dan 119 akan memengaruhi pelaporan entitas syariah dan entitas anak non-publik di dalam grup besar.

Persiapan yang Harus Dilakukan oleh Entitas dan Auditor
Agar transisi berjalan mulus, berikut langkah strategis yang direkomendasikan:
  1. Lakukan Analisis Dampak (Impact Assessment)Tinjau bagaimana PSAK baru akan memengaruhi laporan keuangan, rasio keuangan, dan kinerja keuangan perusahaan.
  2. Tingkatkan Kapasitas SDM AkuntansiLakukan pelatihan internal mengenai PSAK 118, 119, 413, dan 414 untuk tim keuangan dan audit.
  3. Perbarui Kebijakan Akuntansi PerusahaanPastikan kebijakan akuntansi selaras dengan ketentuan terbaru, terutama dalam hal pengungkapan dan penilaian aset.
  4. Kolaborasi dengan Auditor dan Konsultan AkuntansiBekerja sama sejak dini akan membantu memastikan penerapan PSAK baru dilakukan secara tepat dan efisien.

Pembaruan PSAK 2027 adalah bukti nyata bahwa Indonesia terus bergerak menuju kesetaraan global dalam pelaporan keuangan.
Dengan penyajian laporan yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah dipahami, dunia usaha diharapkan semakin mampu menarik kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional.